Angka stunting menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur demi mencetak generasi masa depan yang tangguh. Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, melainkan hambatan pada perkembangan otak dan sistem kekebalan tubuh anak. Intervensi paling efektif dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, yang dikenal sebagai periode emas.
Pentingnya Asupan Nutrisi Lokal Berkualitas
Masyarakat di Seram Bagian Timur beruntung memiliki akses melimpah terhadap ikan segar sebagai sumber protein hewani terbaik. Pemanfaatan bahan pangan lokal seperti sagu dan hasil laut harus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan balita. Dinas Kesehatan terus mendorong pemberian ASI eksklusif dan MPASI yang bergizi seimbang untuk mencegah terjadinya gagal tumbuh.
Optimalisasi Peran Posyandu di Desa
Kehadiran orang tua di Posyandu setiap bulan sangat menentukan dalam deteksi dini masalah pertumbuhan anak. Melalui penimbangan rutin dan pengukuran tinggi badan, petugas kesehatan dapat segera memberikan edukasi jika ditemukan indikasi berat badan yang tidak naik. Kolaborasi antara tenaga medis dan kader desa menjadi kunci utama keberhasilan program zero stunting di wilayah kita.
